Mobilitas Tertinggi dalam Hidup

Bandung - Surabaya - Pasuruan - Malang - Rembang - Semarang - Jakarta - Jatinangor selama 5 hari 4 malam bukan hal yang mudah. Terimakasih raga yang masih sangat mampu.Terimakasih orang-orng menyenangkan!

Vici, Tedo, Azam, Tiva, sayangnya belum full team. Icul sibuk kerja, Inu tiba-tiba kena asam lambung yang memang agak parah.
Pertemuan terakhir sekitar empat tahun yang lalu. Saya rasa tidak ada kelas bimbingan belajar sekolah dasar yang sampai seakrab ini. Terimakasih haha hihi singkatnya. Benar-benar singkat. Tedo Vici harus mendukung Igar di DBL, Vici di tengah-tengah harus bimbingan di ITS, Tiva yang dateng telat karena baru selesai sidang akhir. So proud of you Tiv! Dan saya yang harusnya segera ke rumah Eyang tapi….. lupa waktu kemudian habis dimarahi Ibu.

Vici, Tedo, Azam, Tiva, sayangnya belum full team. Icul sibuk kerja, Inu tiba-tiba kena asam lambung yang memang agak parah.

Pertemuan terakhir sekitar empat tahun yang lalu. Saya rasa tidak ada kelas bimbingan belajar sekolah dasar yang sampai seakrab ini. Terimakasih haha hihi singkatnya. Benar-benar singkat. Tedo Vici harus mendukung Igar di DBL, Vici di tengah-tengah harus bimbingan di ITS, Tiva yang dateng telat karena baru selesai sidang akhir. So proud of you Tiv! Dan saya yang harusnya segera ke rumah Eyang tapi….. lupa waktu kemudian habis dimarahi Ibu.

Habis seharian main ngobrol sama keluarga Sanusi, saya akhirnya bisa main sama Indri yang tiap tahun selalu masih mudik kalau saya ke sana.
Indri sahabat perempuan saya paling sinting, tidak kenal basa-basi, dan tidak tahu definisi sungkan. Saya bermalam dirumahnya tapi esoknya pagi buta Indri pengukuhan maba ekstensi s1. Mamanya harus kerja jam tujuh pagi. Lalu saya sendirian dirumahnya dan harus mengunci pintu yang kuncinya di taruh beberapa tempat rahasia karena saya ada acara dan harus keluar-_-
Pertama ketemu Indri saya dan dia teriak-teriak kesenengan. Terimakasih banyak Indri teman satu nasib dalam……. ah sudahlah:)
"Ki, turun bukain pintunya biar aku yang masukin motor", "Ki, makan sana ambil sendiri ya aku mau duluan mau ospek", "Ngampus boleh pake kaos? Kampus gendeng!", "Eskalator kok mati, tembelek!"
<3

Habis seharian main ngobrol sama keluarga Sanusi, saya akhirnya bisa main sama Indri yang tiap tahun selalu masih mudik kalau saya ke sana.

Indri sahabat perempuan saya paling sinting, tidak kenal basa-basi, dan tidak tahu definisi sungkan. Saya bermalam dirumahnya tapi esoknya pagi buta Indri pengukuhan maba ekstensi s1. Mamanya harus kerja jam tujuh pagi. Lalu saya sendirian dirumahnya dan harus mengunci pintu yang kuncinya di taruh beberapa tempat rahasia karena saya ada acara dan harus keluar-_-

Pertama ketemu Indri saya dan dia teriak-teriak kesenengan. Terimakasih banyak Indri teman satu nasib dalam……. ah sudahlah:)

"Ki, turun bukain pintunya biar aku yang masukin motor", "Ki, makan sana ambil sendiri ya aku mau duluan mau ospek", "Ngampus boleh pake kaos? Kampus gendeng!", "Eskalator kok mati, tembelek!"

<3

Setelah Kiki ke Bandung beberapa bulan lalu, giliran saya dapat kesempatan main lagi ke Surabaya. Ketemu Kiki dan keluarga sudah pasti dalam agenda! Sampai di stasiun Gubeng jam 6 pagi, (seperti biasa saya selalu kesusahan bertemu orang di stasiun, tapi Gubeng tidak serumit Lempuyangan) Kiki sudah duduk di depan Indomaret.
Jam 6 pagi dia sudah bangun? Iya, hebaaaat:O dan banyak terimakasih ya:D Singkat cerita saya numpang mandi dan lain-lain dirumahnya. Ngobrol sana-sini sama Windi plus tante dari ospek Windi sampai penyakit Diabetes.
Waktu makan siang, akhirnya saya kenal sama perempuan yang bikin sahabat saya jatuh cinta sampai mati (bukan setengah mati); Riri. Sekilas orangnya lebih suka diam, tapi ternyata jauh dari itu. Riri supel dan gampang nyambung. Kesan pertama saya tentu saja Riri cantik sekali, lebih dari di foto. Dia juga sepertinya memang orang yang paling mengerti sahabat saya. Ah, semoga sahabat saya benar-benar sedang bersama jodohnya:)
Dan Windi masih selalu bikin iri punya kakak laki-laki. Masih manja:&#8217;) Love you all Sanusi! Terimakasih sudah sering mau direpotkan saya, maaf sekali lagi hehe.

Setelah Kiki ke Bandung beberapa bulan lalu, giliran saya dapat kesempatan main lagi ke Surabaya. Ketemu Kiki dan keluarga sudah pasti dalam agenda! Sampai di stasiun Gubeng jam 6 pagi, (seperti biasa saya selalu kesusahan bertemu orang di stasiun, tapi Gubeng tidak serumit Lempuyangan) Kiki sudah duduk di depan Indomaret.

Jam 6 pagi dia sudah bangun? Iya, hebaaaat:O dan banyak terimakasih ya:D Singkat cerita saya numpang mandi dan lain-lain dirumahnya. Ngobrol sana-sini sama Windi plus tante dari ospek Windi sampai penyakit Diabetes.

Waktu makan siang, akhirnya saya kenal sama perempuan yang bikin sahabat saya jatuh cinta sampai mati (bukan setengah mati); Riri. Sekilas orangnya lebih suka diam, tapi ternyata jauh dari itu. Riri supel dan gampang nyambung. Kesan pertama saya tentu saja Riri cantik sekali, lebih dari di foto. Dia juga sepertinya memang orang yang paling mengerti sahabat saya. Ah, semoga sahabat saya benar-benar sedang bersama jodohnya:)

Dan Windi masih selalu bikin iri punya kakak laki-laki. Masih manja:’) Love you all Sanusi! Terimakasih sudah sering mau direpotkan saya, maaf sekali lagi hehe.

HWD mbaDini! Masih inget dulu jaman dia masih SMA atau kuliah cerita panjang lebar tentang pacar-pacarnya yang masih datang dan pergi. Now you end up with Rivi:)
Semoga jadi lebih baik mbaDin, semoga bisa membahagiakan. Resepsinya aku suka, dekorasinya juga suka, makanannya apalagi. Semua seneng semua have fun; kecuali aku waktu saudara-saudara nanya: Udah semester berapa? Kapan lulus? (lagi)
Daaan tim pager ayu pager bagus paling menyenangkan memang sepupu-sepupu sendiri. My cousins are my best best best friends since forever.

HWD mbaDini! Masih inget dulu jaman dia masih SMA atau kuliah cerita panjang lebar tentang pacar-pacarnya yang masih datang dan pergi. Now you end up with Rivi:)

Semoga jadi lebih baik mbaDin, semoga bisa membahagiakan. Resepsinya aku suka, dekorasinya juga suka, makanannya apalagi. Semua seneng semua have fun; kecuali aku waktu saudara-saudara nanya: Udah semester berapa? Kapan lulus? (lagi)

Daaan tim pager ayu pager bagus paling menyenangkan memang sepupu-sepupu sendiri. My cousins are my best best best friends since forever.

Sebelum Sasa pindah ke Surabaya buat kuliah, saya dan dia ingin mengunjungi beberapa tempat di sini. Berangkat jam 9.30, tiba di rumah jam 6.00; sudah termasuk duduk istirahat, duduk beli frozen yoghurt, nyasar sampai manggarai, dan salah naik kopaja.
Yang saya tahu, saya akan benar-benar rindu Sasa dan segala atmosfer yang dia bawa dimanapun itu.

Sebelum Sasa pindah ke Surabaya buat kuliah, saya dan dia ingin mengunjungi beberapa tempat di sini. Berangkat jam 9.30, tiba di rumah jam 6.00; sudah termasuk duduk istirahat, duduk beli frozen yoghurt, nyasar sampai manggarai, dan salah naik kopaja.

Yang saya tahu, saya akan benar-benar rindu Sasa dan segala atmosfer yang dia bawa dimanapun itu.

Ibu sedang menyulam rindu di bibirku. Agar ia tidak lepas mengusik siapapun, agar diam, agar tidak mengganggu pendengarnya, katanya.

Karena selamanya memang sekedar rangkaian cerita

Dalam sebuah lagu, kita alunan yang padu

Sedang rindu saat aksara-aksara semi di ujung lidah. Sekarang musim kemarau. Kering.

Ini Idul Fitri.
Sudahkah memohon maaf diri sendiri yang masih kerap membenar-benarkan yang salah?

Ini Idul Fitri.

Sudahkah memohon maaf diri sendiri yang masih kerap membenar-benarkan yang salah?

  • Sore dengan Ibu, dengan dua kopi panas
  • I: Nggak nyangka ya Bu R selingkuh. Sudah umur segini, Ibu rasanya sudah nggak mikir-mikir lagi yang gitu-gituan.
  • K: Yah.....
  • I: Anak Ibu sudah besar-besar, sama Bapak ya sudah, itu aja. Apalagi yang mau dicari. Dia juga selingkuhnya bukan sama yang lebih mapan lho Ki
  • K: Ya berarti Ibu bahagia Bu, Ibu bukan sudah nggak mikir yang gitu-gitu. Tapi Ibu memang sudah nggak kepikiran, karena Ibu bahagia. Sudah nggak ada yang dicari lagi, semuanya sudah dipegang. Menurutku suami Bu R tadi nggak bisa ngasih bahagianya yang pas buat Bu R. Walaupun sayang sama suaminya, mungkin dia masih ada yang kurang. Bahagianya kurang lengkap
  • I: :O

Ignoring your passion is slow suicide. Never ignore what your heart pumps for. Mold your career around your lifestyle not your lifestyle around your career.

—(via saintofsass)

(Source: beyondfabric)

Ada beberapa hal yang tidak perlu ditakar, cukup dinalar