Aku terhadapmu, seperti langit yang sedang kelabu-kelabunya yang masih kerap kuintip dari jendela meski tahu ia sedang mendung

(Source: ruinedchildhood)

Di antara bertujuh, akhirnya Diday yang selesai kuliah pertama. Selamat Rizky Annisa Maulidya, S.P.

  • Setelah membaca artikel tentang tatto dan wudhu
  • K: Bu, tatto boleh sholat kan?
  • I: Siapa yang ngelarang sujud sama Tuhan?
  • K: Iya bener
  • I: Masalah dosanya, tatto itu itu tentang dosa melukai diri sendiri dan menanda tubuh selamanya
  • K: Wudhu atau mandi junub nggak papa kan sebenernya?
  • I: Memang. Tatto nggak menghalangi terserapnya air. Beda sama kuteks
  • K: Alhamdulillah

Aku tak pernah berhenti mencintaimu, aku hanya belajar untuk hidup tanpamu.

—(via kunamaibintangitunamamu)

Kekasih, kucintai kau sepanjang usia Tuhan.

—(via satukatasaturasa)

Nina boboku lagu apa saja asal tidak bernada seperti selamat tinggal

This thesis really-really-really drives both of us crazy. Last registration for August-Graduation this year will be on 22nd of July. And this is end of June and we both don’t have the idea how to make this all finished before 22nd July:(
Takim and I now every night are just like hugging and kissing our laptop. But still, got a loooooooot of things to do! And the main problem is when I’m alone I feel like I’m not in the mood doing the thesis. To me NOT IN THE MOOD is a big deal. (It is not something you can set up)

This thesis really-really-really drives both of us crazy. Last registration for August-Graduation this year will be on 22nd of July. And this is end of June and we both don’t have the idea how to make this all finished before 22nd July:(

Takim and I now every night are just like hugging and kissing our laptop. But still, got a loooooooot of things to do! And the main problem is when I’m alone I feel like I’m not in the mood doing the thesis. To me NOT IN THE MOOD is a big deal. (It is not something you can set up)

Bertemu dan berpeluk kini bukan lagi jawaban dari rindu, karena kau adalah rindu itu sendiri

Jika harus berbicara perihal siapa yg paling hebat dalam membuatmu bahagia, mungkin aku yg kalah. Namun kau harus tau, bahwa doaku adalah pemenang yg sesungguhnya.

—(via mbeeer)

Penelitian paling melelahkan bisa jadi kemarin 24 Juni 2014.
Perjalanan dari Jatinangor ke Lembang seperti biasa macet di daerah cibiru dan setiabudi. Sampai di perusahaan sayuran organik, Deri (kepala keuangan + pemasaran) untung sedang tidak sibuk-sibuknya, ngobrol jadi bisa agak santai. Deri bilang Heri mau datang, katanya bos besar, calon investor besar perusahaan.
Ternyata tidak lama Heri yang digadang-gadang orang kaya datang. Ternyata masih muda, bahkan saya yakin dia tidak jauh lebih tua 6 tahun dari saya. Karena takut mengganggu, saya dan Takim meluncur ke bawah mencari tempat  leyeh-leyeh di Bandung dan tentu dengan macet yang masih luar biasa. 
Setelah beberapa jam, saya dan Takim kembali ke Lembang melawan macet lagi dan lagi. Takim benar-benar sabar…..
Ngobrol bagian dua kali ini dengan Koswara (kepala produksi) yang alhamdulillah juga sudah selesai bekerja. Tidak lama kemudian saya dan Takim meluncur ke bawah menuju Jatinangor kembali. Iya, masih macet.
Sekitar jam 8 malam saya sampai kost, lalu berterimakasih banyak. Lagi. Berjam-jam di jalanan menanjak dan mancet, Takim pasti sudah sangat luar biasa lelah.
Jatinangor - Lembang - Bandung - Lembang - Jatinangor

Penelitian paling melelahkan bisa jadi kemarin 24 Juni 2014.

Perjalanan dari Jatinangor ke Lembang seperti biasa macet di daerah cibiru dan setiabudi. Sampai di perusahaan sayuran organik, Deri (kepala keuangan + pemasaran) untung sedang tidak sibuk-sibuknya, ngobrol jadi bisa agak santai. Deri bilang Heri mau datang, katanya bos besar, calon investor besar perusahaan.

Ternyata tidak lama Heri yang digadang-gadang orang kaya datang. Ternyata masih muda, bahkan saya yakin dia tidak jauh lebih tua 6 tahun dari saya. Karena takut mengganggu, saya dan Takim meluncur ke bawah mencari tempat  leyeh-leyeh di Bandung dan tentu dengan macet yang masih luar biasa. 

Setelah beberapa jam, saya dan Takim kembali ke Lembang melawan macet lagi dan lagi. Takim benar-benar sabar…..

Ngobrol bagian dua kali ini dengan Koswara (kepala produksi) yang alhamdulillah juga sudah selesai bekerja. Tidak lama kemudian saya dan Takim meluncur ke bawah menuju Jatinangor kembali. Iya, masih macet.

Sekitar jam 8 malam saya sampai kost, lalu berterimakasih banyak. Lagi. Berjam-jam di jalanan menanjak dan mancet, Takim pasti sudah sangat luar biasa lelah.

Jatinangor - Lembang - Bandung - Lembang - Jatinangor

Pertengahan Juni kemarin, teman baik saya dari sekitar 14 tahun yang lalu, Kiki Sanusi akhirnya main ke Bandung walau sehari. Bukan main sih, Kiki memang perlu ke Bandung buat urusan 10.000 topi yang pernah diceritain sebelumnya.

Singkat cerita, saya, Takim, dan Rinda (yang tiba-tiba saya suruh siap-siap dalam waktu 5 menit) berangkat dari Jatinangor, buat ketemu Kiki. Sebelum hunting oleh-oleh buat keluarga + pacar di Surabaya, Kiki pengen main di Bandung dulu. Saya pikir-pikir, kalau ke mall sudah pasti Surabaya banyak. Cafe, bar, lounge, bistro, atau restaurant juga pasti begitu.

Akhirnya saya pilih Lawangwangi yang walaupun cafe tapi tempatnya ada di ketinggian. Seingat saya yang begini Surabaya belum ada. Macet ternyata di mana-mana, sempat saya kepikiran buat pindah haluan, tapi entah kenapa saya yakin Lawangwangi tidak akan mengecewakan. Jadi kami berempat menelan bulat-bulat kenyataan macet Bandung.

Sampai di Lawangwangi ternyata benar, sebanding dengan kemacetan dan lamanya waktu dari pusat kota yang sudah ditempuh. Untung saya tetap pada tujuan awal.

Seharian kesana-kemari semoga Kiki puas dengan adanya Bandung dan saya yang tidak tau banyak tempat-tempat menarik. Semoga lain kali saya dan Takim bisa ke Surabaya, main bareng Kiki + Riri, walau entah kapan. Semoga saya dan Kiki sampai nanti pun masih bisa jadi keluarga:)

p.s: Akhirnya yang ditunggu-tunggu kejadian juga: Kiki dan Takim sudah saling mengenal:)

Tidak lagi matahari terbit pada gunung atau matahari tenggelam pada laut, sebab kini aku mengagumi matahari pada teduh kelopak matamu; kapanpun semauku

Aku sedang membayangkan, kau pulang pada jantungku yang dingin, dengan mata semerah senja. Lalu aku, erat mendekapmu, sambil berbisik; Kekasih, semuanya telah menua, kecuali ingatanku kepadamu.

—(via satukatasaturasa)

Apa pun kauartikan tentang aku, yang kutahu; aku hanya mencintaimu. Bahkan, kebencianku pun turut mencintaimu. Lalu, bagaimana bisa aku kehilanganmu.

—(via satukatasaturasa)